Pria yang santai tersebut justru balik bertanya “Untuk apa kerja? “
“Ya jelas, untuk mendapatkan uang” timpal si Kaya
Pria itu kembali bertanya “Uang untuk apa?”
Si kaya tidak percaya pada pendengarannya dan berusaha menjawab sebisanya “Jika punya uang banyak kamu akan bisa membeli mobil mewah, membeli rumah mewah, dan intinya kamu bisa bersenang senang “
Pria itu menjawab dengan polosnya, “Jadi saya bekerja untuk mendapatkan uang. Jika sudah punya banyak uang , saya bisa bersenang senang ?? Anda pikir apa yang sedang saya lakukan sekarang , ??? saya sedang bersenang – senang, Tuan !! … hahahaha”
========================================
Inilah sepenggal kisah menggelitik dan hikmah yang terkandung di tulis dalam buku “Ngapain Kerja kalau terpaksa”, Suwun Cak Purna. Buku ini saya temukan di lemari buku Cak Purna, ketika saya sedang berkunjung ke Bandung minggu kemarin dan akhirnya saya pinjam ….
Sebenarnya buku ini “Ngapain Kerja kalau terpaksa ” berkisah tentang kebosanan para pekerja-pekerja saat ini , bosan atas pekerjaan nya sendiri. ketika berangkat kerja macet, pulang kerja macet, di kantor banyak pekerjaan, di marahi atasan, karier tidak jelas, dll.
Sehingga Kerja menjadi hal yang TERPAKSA …
Namun buku ini mampu menyadarkan kita kembali tentang arti sebuah tujuan kerja , yang mungkin sudah kita lupakan. Ketika kita sudah paham mengapa kita harus bekerja maka rasa keterpaksaan dan kebosanan kerja itu tidak akan pernah ada.
========================================
Kalau harta, uang dan jabatan yang menjadi syarat bagi kita untuk berbahagia dan bersenang-senang,maka tunggulah hingga waktu itu membunuh mu , karena kebahagian yang demikian itu tidak akan berlangsung lama….
Buku ini mengingatkan kita akan cita-cita besar kita di masa kecil ketika di tanyai oleh Guru SD kita, “saya ingin jadi dokter, saya ingin jadi presiden , saya ingin jadi Polisi, saya ingin jadi tentara, saya ingin jadi guru”, dan segala cita – cita besar lainnya.
Iya, Saya katakan besar, karena. cita-cita kita itu mengandung makna kebaikan dan kemanfaatan yang besar bagi orang lain. Tentu saat itu, kita takjub dengan seorang Tentara – pahlawan bangsa Pangeran Diponegoro yang bersungguh-sungguh membela tanah airnya, atau seorang Guru seperti Ki Hajar Dewantoro, atau Ibu Kartini yang mendidik dan membimbing bangsa ini, Atau seorang Polisi seperti Pak Jendral Polisi Hoegeng yang sangat patriotik itu. Sehingga yang ada di otak kita adalah bercita-cita seperti mereka.
Cita – Cita kita saat itu sungguh sangat mulia bukan ??? lalu apa cita-cita dan pekerjaan kita saat ini ???
Tak terbayang di pikiran kita, ketika akan di tanya oleh Guru SD dan kita akan menjawab cita-cita saya nanti jadi Database Administrator, Java Programmer, Internal Auditor, IT Officer, Project Manager, Business Analyst, Wartawan, Vice President, Direktur Marketing, Pengacara, Bisnisman, Pengusaha, dll.
Bah … !!!! , profile-profile kerja di dunia saat ini “sungguh tidak bermakna” ketika kita tidak bisa memaknai dengan nilai kemanfaatan dan kebaikan.
Saya tidak mengatakan profile seorang Programmer tidak bermakna, tidak !!!, bukan seperti itu!!!
Seorang Programmer akan lebih bermakna ketika dia tahu dan paham akan kemanfaatan dari kerja kerasnya bagi orang banyak. Bisa Anda bayangkan ketika tidak ada seorang Programmer handal di Telkomsel atau Indosat yang bisa membuat program untuk layanan service telekomunikasi kita. Apa jadinya kalau kita tidak bisa menghubungi saudara dan keluarga kita saat Lebaran ?? Atau di saat orang-orang yang kita cintai sedang sakit, dan kita tidak bisa mendapat informasi apapun karena layanan service nya tidak bekerja dengan baik.
Apapun pekerjaan kita, yakinlah ketika kita bisa “memaknainya” dan bekerja keras bukan untuk uang semata , itulah letak kebahagiaan sejati kita.
Sungguh ideal bukan , iya, Kitab suci kita pun juga memberi tuntunan yang ideal bagi umatnya , untuk di jadikan tuntutan dan tujuan kita, hal itu bukan suatu yang naif …
mari kita memulainya dari yang kecil, dan dari sekarang … Amiiin
Semoga Allah meridhoi …
========================================
saya copaskan hasil googling saya tentang keutamaan orang yang bekerja keras …
2. Sebaik-baik mata pencaharian ialah hasil keterampilan tangan seorang buruh apabila dia jujur (ikhlas). (HR. Ahmad)
3. “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” Surat Al Qashash 77
4. Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, sedekah atau haji namun hanya dapat ditebus dengan kesusah-payahan dalam mencari nafkah. (HR. Ath-Thabrani).
5. Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah. (HR. Ahmad)
6. Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal. (HR. Ad-Dailami)

