Sekolah – Sekolah bisnis terbaik di Indonesia

Posted: January 10, 2010 in sekolah
Tags: , , , , , , , , , , ,
Sekolah bisnis terbaik di Indonesia , berdasarkan survei SWA-MARS tahun 2003 kategori yang di survei :
1. top of mind (TOM)
2 .best performance menurut presepsi responden
3 .satisfication performance tingkat kepuasan responden
Survei tersebut di ambil dengan rincian responden sebagai berikut:
panelis 1:  calon mahasiswa, mahasiswa, dan alumni
panelis 2:  user bisnis dan recruiter
Dan berdasarkan keseluruhan survey panelis 1 dan 2 peringkat sekolah bisnis terbaik di Indonesia adalah:
#1. MM UI , Untuk keseluruhan kategori MM UI menduduki peringkat teratas
#2. Prasetiya Mulya
#3. IPMI
#4. MM UGM
#5. MM IPB

Berdasarkan spesifikasi keahlian, maka sekolah bisnis yang terbaik adalah:
MM ITB : manajemen teknik
MM IPB : manajemen agrobisnis dan pertanian
MM Binus : manajemen Teknologi informasi

Banyak responden melihat IPMI, Prasetiya Mulya dan PPM kurikulumnya lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Dan MM UI lebih cenderung ke arah akademis dan text book based.

Berdasarkan Eduniversal World Convention 2010
Sumber : http://convention.eduniversal.com/awards.php
Sekolah2 bisnis Indonesia  masuk dalam 1000 contestan dengan partisipan yang di undang oleh Eduiversal Official Selection, yaitu : FE Unair , MM UGM, MM ITB, MM UI, FE Unpad, dan IPMI

Namun yang masuk ke top peringkat sekolah2 bisnis d dunia, Untuk Wilayah Timur Jauh – Far Eastern Asia hanya:

# 1 CEIBS China Europe International Business School – China

# 2 Hong Kong University of Science and Technology – HKUST Business School -Hong Kong

# 3 Fudan University – School of Management – China

# 3 National University of Singapore – NUS Business School – Singapore

Oleh karenanya, mari kita bedah MM UI, sebagai  “Sekolah bisnis terbaik di Indonesia” saat ini

MM UI 

Umpamanya, seperti dituturkan Ketua Programnya Ronny K. Muntoro, memiliki keunggulan pada kurikulumnya. “Kurikulum kami yang paling lengkap,” klaimnya bangga.
Di samping itu, lembaga ini juga berupaya agar lulusannya menjadi manajer yang memiliki daya analisis yang tajam.

Saat ini, jelas Ronny, pihaknya menggelar tiga macam program MM. Pertama, program Reguler, yang terdiri dari Manajemen Internasional, Keuangan, Operasional, Pemasaran dan SDM. Kedua, program khusus bidang keuangan seperti Aktuaria, Manajemen Risiko dan Pasar Modal.
Ketiga, program yang khusus mempelajari Manajemen Internasional atau MM MBA . Di program terakhir ini, dijalin kerja sama dengan salah satu universitas di Prancis.
Lulusannya akan memperoleh gelar ganda, yakni Magister Manajemen dari UI dan Certificat d’Aptitude a L’Administration des Enterprice dari Prancis.
“Tentu saja, para lulusannya harus mampu berbahasa Perancis,” katanya.
kurikulum lengkap nya ada di http://mm.fe.ui.ac.id/index.php/admisi/program-studi/mm-mba

MM UI

Model kurikulum yang seperti itu, dijelaskan mantan Dirut Aerowisata ini, bertujuan agar semua mahasiswa dapat menjawab segala pertanyaan dasar yang muncul di dunia bisnis. Untuk itu, tiap mahasiswa diwajibkan mengambil mata kuliah dasar.

Sekalipun bidang studi yang diambil Manajemen Pemasaran, misalnya, mahasiswa tetap harus mengikuti mata kuliah dasar, yang terdiri dari manajemen keuangan, operasi, SDM, hukum dan etika bisnis. “Biar kalau nanti diajak ngomong bisnis bisa nyambung,” tandas pria yang ikut membidani lahirnya MM UI pada 1988 ini.

Di lain pihak, ia mengaku sering mendengar penilaian orang yang menyatakan lembaganya terkesan teoretis. “Bagi orang luar, barangkali model kurikulum seperti itu jadi terkesan teoretis,” ujarnya. Untuk menghilangkan pandangan seperti itu, pihaknya berusaha menghadirkan dosen dari kalangan praktisi — yang mengerti seluk-beluk dunia bisnis.
“Kami sadar betul di UI banyak pemikir textbook , tapi kurang pengalaman praktis,” ujarnya.
Dalam hal ini, Ronny beruntung karena banyak praktisi yang mengajukan diri menjadi dosen di tempatnya.

Di Prasetiya Mulya, model kurikulum lebih diarahkan untuk melatih keterampilan dan pengetahuan bisnis, keterampilan kerja sama tim, mengasah intuisi dalam mengantisipasi perubahan iklim bisnis, serta membentuk sikap profesional sebagai bagian dari rencana bisnis yang komprehensif.
Tak hanya itu, lulusannya juga diharapkan terampil mengimplementasikan konsep bisnis dan tanggap terhadap berbagai isu sosial, tanpa melupakan kode etik dalam berbisnis.
“Kami ingin alumni memiliki karakter yang kuat, sehingga mereka tough dalam menghadapi kompetisi usaha,” tutur A. Suryo Nugroho, Direktur & Chairman Graduate Management Program Prasetiya Mulya.

Menurut saya

1. Untuk belajar menjadi pengusaha mandiri
lebih baik tidak ke MM UI, karena di MM UI lebih di ajarkan ke arah manajerial, dengan kurikulum luar negeri. MM UI pilihan tepat bagi para calon2 manager dan yang berkeinginan meniti berkarier di perusahaan besar BHMN atau MNC (Multi Nasional Company).
dan satu keunggulan MM UI, adalah networking nya … itu jualannya Pak  Rhenald Kasali dan itu alasan yang bikin biaya MM UI lebih mahal dari pada sekolah2 yang lain d Indonesia.

Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya

2. Untuk calon pengusaha
Sekolah bisnis Prasetiya Mulya, merupakan pilihan tepat bagi para calon pengusaha mandiri/enterprenuer, karene metode pengajarannya lebih banyak praktikal daripada textbook based.

namun benar juga kata Purdi E. Chandra (Pendiri Primaga) Untuk menjadi pengusaha tak perlu pintar dan memiliki embel-embel gelar. Sebab jika terlalu pintar justru malah akan berhitung dan melihat banyak resiko yang harus dihadapi sehingga nyalinya malah ciut. “Bayangkan anda kuliah Magister Manajemen (MM) di UI anda harus bayar 50 juta. Selesai kuliah mungkin anda merasa tidak punya uang,”katanya lagi. –> bukan 50 juta deh, total 90-110 juta selama 2 tahun kuliah

Selain Sekolah2 binis formal di atas, ada juga sekolah non formal, Purdi E Chandra (Pendiri Primgama) mendirikan Enterpreuner University yang bukan menciptakan calon pencari kerja, tapi menciptakan pengusaha baru। Pendidikan di Enterpreneur University tidak menggunakan aturan Formal seperti layaknya pendidikan lainnya. Tanpa Nilai, Tanpa Ujian, Tanpa Akreditasi, Tanpa Status, Tanpa Ijazah, dan di wisuda setelah menjadi Pengusaha.

btw, “Learning hingga ke Negeri Cina” tidak akanlah merugi, dan ALLAH akan meninggikan derajat orang2 yang beriman dan berilmu beberapa derajat, nah terserah mana yang menurut Anda terbaik berdasarkan kebutuhan masing-masing.

sumber :
Al Quran Surat Al-Mujadilah: 11
http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=1382&pageNum=1
http://www.purdiechandra.net/entrepreneur-university/

MM UI : http://mm.fe.ui.ac.id/
IPMI : http://www.ipmimba.ac.id/cm/
Prasetiya Mulya : http://www.pmbs.ac.id/
MM UGM : http://mmugm.ac.id/

Mohon di review analisa saya tersebut, CMIIW

About these ads
Comments
  1. Halra says:

    mantaaaap…
    saya rasa juga bagus bagus sekolahnya, masing masing memiliki kelebihannya sendiri,
    saya juga pengin nih bergabung :-)

  2. […] kesempatan kesuksesan (setelah lulus), dan kurikulum yang berbeda-beda. Ada yang bilang (di blog Tsabita), kurikulum Prasetiya Mulya lebih sesuai dengan kebutuhan pasar dan MM UI lebih cenderung ke arah […]

  3. TRISHA says:

    yang ternaik adalah PPM manajemen. khusus untuk network BUMN, gak usah diragukan lagi

  4. Gogo says:

    sebenarnya yg lain jg g kalah bagus, kembali ke individunya..

  5. bey says:

    saya ingin berbagi pengalaman, kebetulan saya pernah kuliah di pascasarjana manajemen UI namun belum sempat kelar karena mendapat tawaran scholarship.. Kebetulan skrg saya sedang menempuh studi lanjutan di Australian Business School UNSW. Terlebih, saya punya teman di MMUI dan sering bertukar pengalaman. Yang paling utama adalah menemukan passion kita baru menentukan kemana mau melanjutkan studi. Misalnya, kalo ingin jadi marketing researcher, di pascasarjana manajemen UI ada konsentrasi “Marketing Research” yang setahu saya tidak ditawarkan di kampus2 lain di indonesia. Jadi merupakan keunggulan kompetitif tersendiri untuk memiliki sertifikasi keahlian yg tidak dipunyai oleh orang lain..

    Namun saya kurang sependapat dengan pemisahan antara teori dan praktikal. Keduanya harus jalan bersama. Hanya perumpamaan, fokus cuma ke praktikal membuat kita memiliki mindset “tukang” yang kurang bisa menghasilkan ide-ide besar. Sebaliknya, fokus ke teori saja membuat kita terpisah dari fakta lapangan yang spesifik. Berkaca di business school di aussie, mahasiswa juga harus membaca banyak buku dan jurnal ilmiah. Namun, ada sesi tutorial yang praktikal (misalnya; latihan bernegosiasi,), tugas2 yg praktis (misal: membuat event beneran di matakuliah event marketing), sesi dosen tamu (praktisi)..

  6. azmy says:

    Menurut saya aplikasi bisnis dan manajemen untuk kebutuhan penelitian dan kasus2 perusahaan itu semua ada di MM IPMI kalau anda tidak percaya silahkan survey aja ke IPMI langsung

  7. aku dari ugm namun aku ragu MM UGM ada diperingkat ketiga. MM UGM tidak lebih dari penguras uang mahasiswa S2 & S3 saja. kurikulum terlalu teoritis dan akademis tanpa melihat pasar saat ini

  8. leon says:

    anda itu tidak tau apa2…
    swa itu juga bukan apa2…
    lihat lah website dan kualitas maha tiap2 univ…

    anda akan melihat hasil yang berbeda

  9. adis says:

    hmm..bagus.. cuma masih penasaran dengan program sejenis dari universitas lainnya…

  10. silvi says:

    hmm..gimana dengan SGU (Swiss German University).Sepertinya itu univ yg patut diperhitungkan juga. Saya ingin melanjutkan studi S2 tapi masih bingung mw pilih yg mana, Antara PM dan SGU

  11. khoi says:

    so far yg dibahas lebih banyak mm ui dan prasetya mulya ya? bagaimana dengan yg lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s